Sebelum Bencana (kesiapsiagaan)
1) Mengamankan Lingkungan Rumah (Fokus Aksesibilitas Lansia)
• Modifikasi rumah harus disesuaikan dengan area yang paling sering digunakan oleh lansia.
2) Jalur Evakuasi Bebas Hambatan
• Pastikan jalur dari tempat tidur lansia menuju pintu keluar benar-benar lapang. Singkirkan karpet yang mudah terlipat, kabel melintang, atau keset licin yang bisa membuat lansia tersandung atau terpeleset saat panik.
3) Pencahayaan Otomatis
• Pasang lampu sensor gerak atau lampu darurat otomatis (emergency light) di kamar dan jalur menuju toilet. Jika gempa terjadi malam hari dan listrik padam, lansia tidak akan terjebak dalam kegelapan yang memicu disorientasi.
4) Pengamanan Khusus Kamar Lansia
• Pastikan tempat tidur tidak berada di bawah plafon yang retak atau lampu gantung berat.
• Jika lansia menggunakan kursi roda atau tongkat, pastikan ada ruang gerak yang cukup di kamarnya agar alat bantu tersebut tidak terhalang perabot lain saat hendak diambil dengan cepat.
5) Sistem Pendukung Evakuasi (Buddy System)
• Tetapkan siapa anggota keluarga yang bertanggung jawab langsung untuk mendatangi kamar lansia dan membantunya keluar saat gempa terjadi.
• Jika lansia tinggal sendiri atau sering ditinggal berkegiatan, buat kesepakatan dengan tetangga terdekat atau pengurus RT. Daftarkan lansia sebagai warga yang butuh prioritas evakuasi utama saat terjadi bencana.
• Jika lansia menggunakan kursi roda, pastikan jalur evakuasi rumah hingga titik kumpul tidak memiliki anak tangga curam. Buat ramp (bidang miring) jika diperlukan.
6) Penyesuaian Tas Siaga Bencana (TSB) Khusus Lansia
• Stok obat untuk penyakit kronis (seperti obat jantung, hipertensi, diabetes, atau asma) minimal untuk 7 hingga 14 hari ke depan.
• Catatan medis portabel kartu kecil berlaminasi berisi nama lansia, jenis kelamin, golongan darah, daftar penyakit yang diderita, daftar alergi, serta nomor kontak dokter atau keluarga dekat.
• Alat bantu cadangan seperti kacamata cadangan, baterai ekstra untuk alat bantu dengar, atau persediaan popok dewasa (diapers) jika diperlukan.
• Makanan dan minuman yang sesuai air mineral yang cukup serta makanan yang bertekstur lunak, mudah dicerna, dan rendah natrium/gula sesuai dengan kondisi kesehatannya.
7) Edukasi dan Latihan yang Disesuaikan
• Latihan posisi berlindung yang aman, jika fisik lansia tidak memungkinkan untuk merunduk ke bawah meja (Drop, Cover, Hold On), latih mereka untuk segera mencari posisi duduk terendah, mengunci kursi roda (jika memakai), dan melindungi kepala menggunakan bantal atau lengan.
• Lakukan latihan bersama pendamping untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membantu lansia dari tempat tidur menuju titik kumpul luar rumah. Latihan ini membantu pendamping mengenali kendala fisik yang mungkin muncul saat hari-H.